Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Analisis Rocky Gerung Soal Suplai Energi Politik Hambalang vs Solo

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 05:25 WIB
Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Analisis Rocky Gerung Soal Suplai Energi Politik Hambalang vs Solo

Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Isu Suplai Energi dari Hambalang Tak Dirasakan Solo

MULTAQOMEDIA.COM - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan acungan jempol kepada Presiden Prabowo Subianto. Gesture singkat yang tampak sederhana ini ternyata menyimpan dinamika politik yang kompleks antara dua kelompok besar yang selama ini diasosiasikan dengan Solo dan Hambalang. Momen tersebut terjadi di tengah situasi politik nasional yang terus berkembang dan menarik perhatian banyak kalangan.

Analisis Rocky Gerung: Dinamika Politik yang Tidak Statis

Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa hubungan antara kelompok yang diasosiasikan dengan Jokowi dan Prabowo tidak selalu berada dalam posisi yang statis. Menurutnya, dinamika politik yang berubah-ubah, pergeseran opini publik, serta perkembangan pemerintahan Prabowo dapat memengaruhi cara masing-masing kelompok dalam menghitung kepentingan politiknya. Hal ini disampaikan dalam analisisnya yang dikutip pada Sabtu (15/8/2026).

Rocky menegaskan bahwa kubu Prabowo semakin perlu memperhitungkan persepsi masyarakat terhadap figur maupun berbagai isu yang berkembang di lapangan. Kalkulasi politik yang matang tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi hubungan politik dengan kelompok-kelompok yang sebelumnya memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Situasi ini menciptakan ruang bagi munculnya strategi-strategi baru dalam peta politik nasional.

Potensi Pembangunan Kekuatan Politik Mandiri

Dalam situasi yang dinamis tersebut, Rocky melihat adanya kemungkinan kelompok yang diasosiasikan dengan kubu lainnya mulai membangun sumber daya politik secara lebih mandiri. Salah satu figur yang disebutnya adalah Jokowi. Fenomena ini menunjukkan bahwa politik Indonesia terus bergerak dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Untuk menggambarkan kondisi tersebut, Rocky menggunakan analogi hubungan energi antara pusat kekuasaan dan basis politik. Menurutnya, apabila dukungan atau pengaruh dari lingkungan Prabowo tidak lagi dirasakan secara kuat oleh kelompok yang diasosiasikan dengan Jokowi, maka kelompok tersebut akan terdorong untuk membangun pusat kekuatan sendiri. Pernyataan tegasnya menjadi sorotan: "Suplai energi dari Hambalang tidak dirasakan impact-nya di Solo. Karena itu, Solo membangun pusat energi sendiri."


Halaman:

Komentar

Terpopuler