• Jumat, 9 Desember 2022

Cerpen Wit Kapuk

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:20 WIB
Cerpen Wit Randu (Multaqomedia.com)
Cerpen Wit Randu (Multaqomedia.com)

Oleh: Murni Tiyana

Multaqomedia.com - Tibalah Juli, dengan pagi yang dingin dan siang yang begitu terik. Orang-orang menyebutnya dengan bediding. Biasanya musim ini ditandai dengan bunga pohon-pohon mangga yang bermekaran. Namun, tidak dengan diriku.

Saat musim kemarau seperti sekarang buahku telah matang. Jika tidak segera di petik, kulit buah akan pecah. Lalu serat-serat buahku yang telah kering akan dihamburkan oleh angin.

Baca Juga: Puisi Murni Tiyana 'Merawat Ingatan'

Aku Randu. Wit kapuk mereka memanggilku. Warna hijau menyelimuti batangku yang berdiameter 3m dengan tinggi menjulang hingga 60m. Akar-akar berwarna cokelat mencengkeram kuat, kadang muncul di atas tanah yang padat.

Randu bukan hanya sekadar pohon kokoh dengan beberapa duri menghias batang. Namun, aku sangat bermanfaat untuk kesejahteraan orang-orang. Dari dedaunan mereka bisa meramunya menjadi jamu dan obat. Biji buah dimanfaatkan untuk sumber bahan bakar. Kulit batang digunakan untuk kerajinan tangan sebagai bahan tali temali, pembuat kertas hingga kotak pengemas. Dan yang tak kalah penting serat putihku turut menemani istirahat mereka. Tidur berkasur dan memakai bantal empuk membuat mereka lelap dan esok hari bangun dengan tubuh yang segar.

Ada satu lagi yang paling aku senangi, jika musim panenku tiba. Melihat wajah riang bocah-bocah bermain dengan serat putihku.

"Lihatlah, ada hujan salju," teriak seorang gadis kecil pada teman-temannya.

Bocah-bocah itu berusaha menangkap serat yang sedang dipermainkan angin, beterbangan ke udara.

Halaman:

Editor: Ahmad Dahri

Tags

Terkini

Cerpen Wit Kapuk

Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:20 WIB

Harta dan Nilai Tukar, Kisah Refleksi Ketakterikatan

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:51 WIB

Cerpen Petak Umpet di Kebun Jeruk

Rabu, 13 Juli 2022 | 12:36 WIB

Cerpen Rumor

Senin, 11 Juli 2022 | 06:00 WIB

Terpopuler

X