• Jumat, 9 Desember 2022

Ngunggak Jagade Topeng Malangan, Mahasiswa Merdeka Belajar

- Selasa, 1 November 2022 | 13:50 WIB
Menelisik Gaya Topeng Malangan (Fanif Ario)
Menelisik Gaya Topeng Malangan (Fanif Ario)

Oleh: M. Fanif Ario F. (Devisi Pangeran Kosasi PC Lesbumi NU Kab. Malang)

Multaqomedia.com - Merdeka Belajar merupakan salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Program Merdeka Belajar memiliki tujuan untuk memerdekakan pendidik maupun peserta didik yang sejalan dengan semangat Ki Hajar Dewantara, yaitu memberikan ruang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia.

Sebagai generasi penerus 5.0 yang kreatif dan inovatif tentunya tidak ada salahnya ketika belajar melestarikan seni budaya lokal, karena sejatinya pendidikan berakar pada budaya bangsa. Oleh sebab itu, Merdeka Belajar telah memberikan kesempatan untuk kreatif dan inovatif dalam upaya perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) salah satunya di bidang pendidikan yang berkualitas dengan belajar seni budaya lokal sebagai pondasi jati diri bangsa.

Salah satunya yang yang dilakukan oleh Tim Ke-Photolic dalam mengikuti LO-Kreatif 2022 Aptisi VII Jatim bidang Fotografi. Mereka adalah Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana dari beberapa fakultas antara lain Moh Fanif Ario dan Sulton Ahmad Doner dari FKIP, Sahrul Gunawan dari Ekonomi dan juga Joni dari Psikologi serta didampingi oleh Ibu Febi Dwi Widayanti, M.Pd. Pada lomba tersebut yang membuat unik adalah mereka mengambil tema fotografi tentang seni budaya yang mana saat ini bagi kalangan anak muda tidak begitu disukai.

Baca Juga: Giat Peduli Pasca Bencana, PC Lesbumi Kab. Malang Gandeng Lesbumi Kota dan Klinik Dian Kusuma Wijaya

"Telah kita ketahui bersama, bahwa upaya dalam mendukung kampanye Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, yaitu dengan mengembangkan potensi diri peserta didik secara kreatif dan inovatif. Pada implementasi kurikulum Merdeka telah disediakan tempat untuk memasukkan potensi-potensi yang ada berdasarkan kearifan lokal atau budaya lokal. Artinya, budaya ini memiliki tempat yang cukup luas di dalam kurikulum, karena sejatinya pendidikan berakar dari budaya bangsa. Rasa bangga dengan potensi lokal, yaitu budaya lokal bisa dikembangkan dan dieksplor oleh peserta didik. Sehingga mereka bisa mendunia dengan keunggulan budaya lokal yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan tema yang diambil, yaitu mengangkat tentang inovasi kreatif anak bangsa melalui seni budaya sebagai perwujudan Merdeka Belajar." ujar Febi selaku dosen pendamping.

Berkunjung ke Padepokan Seni Mangun Darma yang berada di desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang ini merupakan sasaran mereka berempat untuk mengekspresikan sebuah karyanya baik berupa foto, video maupun literasi.

Baca Juga: Gelar Majlis Taklim dan Tabhlig Akbar, MWC NU Pakis Kerjasama dengan Ikatan Alumni Ploso

Ki Sholeh Adi Pramono selaku pendiri sekaligus pemangku padepokan merasa senang sudah dikunjungi para mahasiswa generasi muda yang masih peduli dan mau belajar akan seni budaya. Di samping itu memang dipadepokan tersebut digunakan sebagai tempat pendidikan non formal bagi siapapun yang mau belajar seni, mulai dari ilmu Pedalangan, Tari, Karawitan, dan seni Topeng

Halaman:

Editor: Ahmad Dahri

Tags

Terkini

Hikmah Shodaqoh, Bisa Menerangkan Hati yang Pekat

Jumat, 11 November 2022 | 09:05 WIB

Demografi dan Evolusi Pekerjaan

Sabtu, 5 November 2022 | 06:22 WIB

Masih Pentingkah Peran Guru di Era Digital?

Jumat, 4 November 2022 | 12:02 WIB

Wiwitan Tradisi Pertanian, Jangan Sampai Punah!

Kamis, 3 November 2022 | 23:04 WIB

Duka Lara Di Pintu Belakang 2022

Kamis, 3 November 2022 | 22:56 WIB

Sebuah Pohon dan Kisah Klise

Selasa, 1 November 2022 | 18:26 WIB

Pancasila Pemersatu Bangsa

Selasa, 25 Oktober 2022 | 12:20 WIB

Hubungan Antara Agama dan Negara dalam Aspek Pancasila

Selasa, 25 Oktober 2022 | 12:12 WIB

Memaknai dan Menghayati Nilai-Nilai Pancasial

Senin, 24 Oktober 2022 | 10:28 WIB

Ngopi dan Ruang Kebudayaan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:57 WIB

Stasiun Hujan, Karya Sastra Taufiqurrahman W.R

Kamis, 8 September 2022 | 21:55 WIB

Puisi Rindu Telah Habis dan Lainnya, Karya Ayu Lestari

Jumat, 2 September 2022 | 13:01 WIB

Cerpen Wit Kapuk

Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:20 WIB

Terpopuler

X