Israel Rugi Rp 50 Triliun Per Minggu Akibat Perang dengan Iran
Kementerian Keuangan Israel memperingatkan bahwa konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Iran menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi negara tersebut. Menurut data resmi, Israel menanggung kerugian sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp 50 triliun setiap minggu selama perang berlangsung.
Surat Resmi Minta Pembukaan Kembali Aktivitas Ekonomi
Menyikapi kerugian fantastis ini, Kementerian Keuangan Israel melalui Direktur Jenderalnya, Ilan Rom, secara resmi mengirim surat kepada Kepala Komando Garda Depan, Mayor Jenderal Shai Klapper. Inti surat tersebut adalah permintaan agar aktivitas bisnis dan tempat kerja dapat dibuka kembali secara bertahap untuk meminimalisir dampak ekonomi yang lebih parah.
Rom menegaskan, "Tidak ada keraguan tentang perlunya mempertahankan kebijakan pertahanan yang disesuaikan dengan situasi keamanan. Namun, menutup perekonomian secara luas akan menimbulkan biaya ekonomi yang sangat besar. Kita membutuhkan solusi yang menyeimbangkan kebutuhan keamanan dan kebutuhan ekonomi."
Dampak Pembatasan Aktivitas Nasional
Pembatasan aktivitas ekonomi Israel mulai diberlakukan tak lama setelah serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Komando Pertahanan Dalam Negeri IDF mengeluarkan pedoman nasional yang melarang pertemuan, kegiatan pendidikan, dan operasi tempat kerja, kecuali untuk bisnis yang dianggap penting. Pedoman ini juga membatasi perjalanan kerja dan mendorong work from home (WFH).
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan