AS Akui Kesalahan Taktis, Menyesal Abaikan Teknologi Anti-Drone Ukraina Hadapi Iran
MULTAQOMEDIA.COM — Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka mulai mengakui adanya kesalahan strategis dalam persiapan menghadapi konflik dengan Iran. Kesalahan ini terkait dengan pengabaian terhadap tawaran teknologi pertahanan anti-drone yang sebelumnya diajukan oleh Ukraina.
Pengakuan ini muncul di tengah eskalasi ancaman keamanan dari drone tempur Iran, yang telah menjadi senjata utama dalam peperangan asimetris di kawasan Timur Tengah.
Tawaran Zelensky yang Diabaikan
Menurut laporan eksklusif dari media Axios, tawaran teknologi tersebut pernah disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih pada 18 Agustus tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Zelensky menawarkan berbagi pengalaman dan teknologi mutakhir yang dikembangkan Ukraina selama menghadapi gempuran drone Rusia, khususnya seri Shahed buatan Iran, sejak perang dimulai pada 2022.
Namun, tawaran berharga itu dilaporkan tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak Amerika Serikat. Seorang pejabat AS yang mengetahui detailnya mengungkapkan penyesalan mendalam. Jika ada kesalahan taktis atau kekeliruan yang kami buat menjelang perang dengan Iran, inilah kesalahan itu,
ujar pejabat tersebut seperti dikutip Axios.
Ancaman Serius Drone Shahed Iran
Penyesalan AS datang bersamaan dengan meningkatnya efektivitas drone buatan Iran, terutama model Shahed, di medan tempur. Drone jenis ini dikategorikan sebagai loitering munition atau amunisi berkeliaran, yang mampu terbang dalam waktu lama sebelum akhirnya menabrak target dengan hulu ledak yang dibawanya.
Keunggulan drone Shahed terletak pada biaya produksinya yang rendah, kemudahan peluncuran, dan kemampuan untuk diterbangkan dalam jumlah besar (swarm) guna menembus sistem pertahanan udara musuh yang canggih. Beberapa laporan militer terbaru mengonfirmasi bahwa drone ini telah berhasil menembus pertahanan AS di Timur Tengah dan menyebabkan korban jiwa.
Artikel Terkait
Isu Netanyahu Tewas: Fakta, Bantahan, dan Analisis Terkini Pasca Serangan Iran
Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah, Ratusan Ribu Warga Mengungsi: Serangan Terkoordinasi dengan Iran
Uskup San Diego Diberhentikan Paus: Skandal Dana Gereja & Rumah Bordil Meksiko
Rudal Tomahawk AS Serang Sekolah Dasar di Iran: Investigasi Ungkap Kesalahan Data Intelijen