Kebocoran Kimia di Beersheba: Dampak Serangan Rudal Iran pada Zona Industri Neot Hovav
Serangan rudal masif dari Iran menghantam zona industri kimia vital Neot Hovav di Beersheba, Israel Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Serangan ini memicu kekhawatiran serius akan terjadinya bencana lingkungan dan kesehatan akibat kebocoran bahan kimia berbahaya.
Otoritas setempat segera mengeluarkan perintah lockdown darurat. Ribuan warga di sekitar Beersheba diperintahkan untuk tetap di dalam rumah, menutup rapat semua jendela, dan menghindari kontak dengan udara luar.
Target Serangan: Pabrik Bahan Kimia ADAMA dan Limbah B3
Pusat serangan dilaporkan menyasar pabrik ADAMA, bagian dari Syngenta Group, yang merupakan produsen bahan aktif pestisida. Kawasan Neot Hovav sendiri adalah situs industri strategis yang menampung 19 fasilitas, termasuk pabrik bromida, farmasi, dan situs pembuangan limbah B3 utama Israel.
Satu orang dilaporkan terluka dalam upaya pemadaman. Jalan raya utama menuju Beersheba ditutup total untuk mencegah penyebaran kontaminasi. Meski jenis bahan kimia yang bocor belum diungkap secara resmi, perintah lockdown ketat mengindikasikan tingkat risiko pencemaran udara yang sangat tinggi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu