Usulan PAN ini menarik untuk dicermati karena seolah mengabaikan wacana Prabowo-Gibran dua periode yang sebelumnya diungkapkan oleh Joko Widodo (Jokowi). Dengan memasangkan Prabowo dan Zulhas, PAN dianggap telah menutup peluang bagi Gibran Rakabuming untuk maju kembali sebagai wakil presiden pada periode kedua.
Hal ini memunculkan pertanyaan tentang keselarasan sikap PAN dengan Jokowi, mengingat petinggi PAN pernah menyatakan bahwa Jokowi masih "bosnya". Pernyataan dukungan untuk Prabowo dua periode ini juga diinterpretasikan sebagai upaya PAN menjaga jarak dan menghindari dinamika "Matahari Kembar" dalam politik Indonesia.
Posisi Golkar dan Ketegangan Internal Koalisi
Berbeda dengan PAN dan PKB, sikap Partai Golkar di bawah Bahlil Lahadalia masih terlihat lebih berhati-hati. Golkar menyatakan fokus pada penyuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini dan belum secara eksplisit mendukung wacana dua periode, apalagi mengusung pasangan tertentu.
Keraguan Golkar ini berpotensi menciptakan titik panas, baik di internal partai maupun dalam koalisi pemerintahan. Prabowo Subianto diprediksi tidak akan membiarkan situasi ini berlarut-larut, karena ketidakjelasan sikap dari salah satu partai besar pendukung dapat memicu gejolak politik.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI