Duel Maut Khalid bin Walid vs Hormuz: Kemenangan Telah "Pedang Allah" di Pertempuran Rantai
Pada tahun 633 M (12 Hijriah), sejarah Islam mencatat momen heroik: duel satu lawan satu antara Khalid bin Walid dan Hormuz, panglima Persia. Pertempuran ini, yang dikenal sebagai Pertempuran Dzat as-Salasil atau Pertempuran Rantai, menjadi pembuka penaklukan Muslim di Irak di bawah Kekaisaran Sassaniyah.
Latar Belakang Pertempuran Rantai
Pasukan Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid (Saifullah) berhadapan dengan pasukan Persia yang lebih besar dan bersenjata lengkap di Kazima. Panglima Persia, Hormuz, dikenal sombong dan menggunakan taktik formasi "rantai", di mana prajuritnya saling terikat untuk membentuk pertahanan solid. Sebelum pertempuran besar, Hormuz menantang Khalid untuk duel.
Jebakan Licik Hormuz dan Kesiapan Khalid
Dibalik tantangannya, Hormuz menyimpan rencana licik. Ia menyembunyikan prajurit terbaiknya di dekat arena duel. Jika ia terdesak, mereka akan menyerbu dan membunuh Khalid. Namun, Khalid bin Walid, sang ahli strategi, tidak lengah. Ia menerima tantangan sambil memerintahkan pasukannya untuk siaga penuh.
Artikel Terkait
Oknum Guru MTs Depok Tertangkap di Pamulang Diduga Tularkan HIV, Viral di Medsos
Gibran Liburan di Bali vs JK Dialog Perdamaian ASEAN: Perbandingan yang Viral 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Arab Saudi, 24 WNI Selamat | Kronologi & Fakta
Kasus Pemerkosaan WNA Australia di Bali oleh Satpam: Kronologi & Hukuman Pelaku