Dukungan Alumni MBFA untuk Persija: Harapan Juara, Kritik Tata Kelola, dan Pesan untuk Jakmania

- Minggu, 10 Mei 2026 | 01:50 WIB
Dukungan Alumni MBFA untuk Persija: Harapan Juara, Kritik Tata Kelola, dan Pesan untuk Jakmania

Sebagai alumni Menteng Boys Football Association (MBFA), saya tentu mendukung penuh Persija Jakarta. Harapan besar tertuju pada kemenangan Persija dan kembalinya gelar juara seperti saat Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Kita masih ingat momen ketika Anies dilarang turun ke lapangan oleh Paspampres Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Perlakuan itu terasa janggal bagi banyak pihak. Meski begitu, Jakmania dan tim Persija tetap datang ke Balai Kota dan disambut dengan penuh kegembiraan. Anies sendiri memilih tidak memperpanjang polemik dan tidak mengomentari insiden tersebut.

Persija adalah kebanggaan ibu kota. Saya sudah menonton mereka sejak SD, mulai dari era Andi Lala, Sutan Harhara, Anjas Asmara, hingga berbagai momen kejayaan saat Persija berkali-kali menjadi juara.

Ironisnya, pertandingan besar seperti Persija vs Persib justru tidak digelar di Jakarta, melainkan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Keputusan ini jelas merugikan Persija sebagai tuan rumah dan menjauhkan pertandingan dari basis suporter sendiri.

Ini adalah contoh nyata buruknya tata kelola sepak bola nasional. Liga dikelola tanpa arah yang jelas, tanpa keberpihakan pada fair play, dan sering mengabaikan kepentingan klub serta suporter. PSSI terlalu sering menunjukkan ketidakmampuan mengelola sepak bola secara profesional. Kompetisi kehilangan marwah ketika keputusan penting terasa tidak masuk akal bagi publik sepak bola.


Halaman:

Komentar