Melihat kondisi tersebut, Sudaryono dan Nusron memutuskan keluar mobil untuk mengajak mahasiswa berdiskusi. Bahkan, Budiman menyebut keduanya langsung dikerumuni massa. "Tapi tidak terjadi diskusi, adanya penghakiman dan mereka diminta mengaku merasa bersalah. Tidak terjadi diskusi karena situasi juga tidak makin kondusif tapi malah makin tegang sehingga Pak Nusron dan Pak Daryono memutuskan tidak bisa diteruskan. Memang bukan diskusi yang terjadi," ujarnya.
Padahal, menurut Budiman, pemerintah telah membuka ruang diskusi dan perdebatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin dikritik dan mendengarkan masukan. "Kami mau mendengarkan, bukan situasi chaotic dan bukan penggagalan. Jadi bagi kami ini tidak sesuai dengan apa yang menjadi target kami diundang untuk berdialog," tutupnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri