DPR Desak Penghentian Latihan Militer Kopdes Merah Putih Usai 5 Peserta Meninggal

- Minggu, 28 Juni 2026 | 01:50 WIB
DPR Desak Penghentian Latihan Militer Kopdes Merah Putih Usai 5 Peserta Meninggal
  • Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni)
  • Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni)
  • Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni)
  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni)
  • Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni)

Menhan Sjafrie Perintahkan Penyesuaian Intensitas Latihan

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin turut memberikan atensi pasca lima peserta latsarmil meninggal dunia. Sjafrie memerintahkan penyelenggara untuk menyesuaikan intensitas kegiatan berdasarkan kondisi masing-masing peserta.

Keterangan itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Kantor Kemhan pada Sabtu (27/6). Ia menjelaskan bahwa Menhan meminta agar aspek kesehatan peserta menjadi prioritas utama.

"Penguatan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai dengan kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan," kata dia kepada awak media.

Kemhan Koordinasi dengan Kemenkes untuk Asistensi Medis

Untuk mengatasi masalah ini, Kemhan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan asistensi medis terkait latsarmil. Fokus koordinasi meliputi upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit paru serta penyakit menular di kawasan satuan pendidikan (satdik).

Jenderal bintang dua TNI AD itu menegaskan bahwa latsarmil yang diikuti calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP bukanlah pendidikan militer. Para peserta digembleng agar lebih disiplin dan profesional.

"Dengan adanya program ini terus berlanjut karena bagian dari proses yang tadi saya sampaikan, dalam rangka menciptakan atau mendidik (calon) manajer yang profesional dan seterusnya, disiplin tadi," jelasnya.

Kemhan Sampaikan Duka Cita dan Kronologi Penanganan Medis

Atas meninggalnya lima orang peserta, Kemhan menyampaikan duka cita mendalam. Menurut pihak Kemhan, kelima peserta meninggal dunia karena mengalami gangguan kesehatan. Sesuai dengan standar operasional prosedur, mereka telah ditangani oleh petugas medis, namun nyawa mereka tidak tertolong.

"Sejak para peserta mengalami gangguan kesehatan, seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan di satuan pendidikan dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata dia.


Halaman:

Komentar