- Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni)
- Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni)
- Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni)
- Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni)
- Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni)
Menhan Sjafrie Perintahkan Penyesuaian Intensitas Latihan
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin turut memberikan atensi pasca lima peserta latsarmil meninggal dunia. Sjafrie memerintahkan penyelenggara untuk menyesuaikan intensitas kegiatan berdasarkan kondisi masing-masing peserta.
Keterangan itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Kantor Kemhan pada Sabtu (27/6). Ia menjelaskan bahwa Menhan meminta agar aspek kesehatan peserta menjadi prioritas utama.
"Penguatan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai dengan kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan," kata dia kepada awak media.
Kemhan Koordinasi dengan Kemenkes untuk Asistensi Medis
Untuk mengatasi masalah ini, Kemhan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan asistensi medis terkait latsarmil. Fokus koordinasi meliputi upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit paru serta penyakit menular di kawasan satuan pendidikan (satdik).
Jenderal bintang dua TNI AD itu menegaskan bahwa latsarmil yang diikuti calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP bukanlah pendidikan militer. Para peserta digembleng agar lebih disiplin dan profesional.
"Dengan adanya program ini terus berlanjut karena bagian dari proses yang tadi saya sampaikan, dalam rangka menciptakan atau mendidik (calon) manajer yang profesional dan seterusnya, disiplin tadi," jelasnya.
Kemhan Sampaikan Duka Cita dan Kronologi Penanganan Medis
Atas meninggalnya lima orang peserta, Kemhan menyampaikan duka cita mendalam. Menurut pihak Kemhan, kelima peserta meninggal dunia karena mengalami gangguan kesehatan. Sesuai dengan standar operasional prosedur, mereka telah ditangani oleh petugas medis, namun nyawa mereka tidak tertolong.
"Sejak para peserta mengalami gangguan kesehatan, seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan di satuan pendidikan dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata dia.
Artikel Terkait
Cara Kerja Live Match Update IPL: Panduan Skor, Statistik, dan Analisis Real-Time
Tragedi Pelatihan Militer: Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Keras Kematian 5 Calon Manajer Koperasi Desa
Kepala BPSDM Kemhan Bantah Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Berisi Latihan Fisik Berat
Waspada Link Bit.ly/ituhx Wizzyy Viral: Klaim Video, Fakta, dan Bahaya Phishing yang Mengintai