Upaya Penanganan dan Evakuasi Korban
Menanggapi situasi darurat ini, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait langsung memobilisasi kekuatan penuh. Sebanyak 1.875 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Armada helikopter juga telah disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara.
Bantuan Logistik dan Posko Darurat
Ratusan paket sembako telah disalurkan kepada warga terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende. Untuk memperkuat koordinasi, didirikan Pos Pendamping Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere, serta Posko Logistik Nasional di Halim Perdana Kusuma guna memperlancar distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Fokus Utama Masa Tanggap Darurat
Kombes Bayu Suseno menegaskan, selama tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait akan memprioritaskan beberapa hal krusial, yaitu:
- Pencarian dan penyelamatan korban.
- Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
- Pemulihan akses jalan dan komunikasi.
- Penguatan koordinasi penanganan bencana.
"Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar," ujar Bayu.
Operasi terpadu akan terus dilanjutkan di wilayah terdampak. Pendataan masyarakat yang terdampak juga sedang dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri