MULTAQOMEDIA.COM - Dua tokoh bangsa, Rocky Gerung dan Mahfud MD buka-bukaan. Terkait dengan hubungan keduanya.
Itu terungkap dalam video yang diunggah di Mahfud MD Official. Bermula dari Mahfud yang menjelaskan bagaimana dirinya berkenalan dengan Rocky.
Dimulai dari lawan berdebat di beberapa forum. Sampai akhirnya saling sanjung di belakan panggung.
“Ini rahasia. Kalau di panggung itu kan suka nuding-nuding saya. Tapi kalau sudah berdua, saya ini mendukung Pak Mahfud,” ujar Mahfud menceritakan kisahnya dengan ROcky, dikutip Rabu (24/9/2025).
Rocky membenarkan apa yang disampaikan Mahfud. Dia bahkan mengatakan pernah mengusulkan Mahfud jadi presiden.
“Dulu saya pertama kali ini gin Pak Mahfud jadi presiden,” ucapnya.
Itu terjadi di Kampus Universitas Paramdina. Sayat peluncuran buku Denny Indrayana.
“Wah kalau di Indonesia nih, ahli konstitusinya Pak Mahfud, bagus di Indonesia. Saya orang pertama jadi timnya, kalau gitu. Dia bergurau aja,” ujar Mahfud.
Mendengar itu, Rocky menegaskan dirinya serius kala itu. Karena sejumlah alasan.
“Saya enggak bergurau. Karena waktu itu, saya punya prinsip, calon presiden itu dia mesti lulus pertama bukan elektabilitas, tetapi eticility. Elektabilitas. Pak Mahfud pasti lulus. Lapisan kedua adalah intelektualitas. Mahfud MD pasti lulus. Baru kita izinkan dia uji elektabilitas,” jelasnya.
Itu, kata dia, berbeda dengan saat ini. Sekarang malah terbalik.
“Nah, sekarang calon presiden, calon DPR, diuji elektabilitas dulu, padahal dia defisit intelektualitas, defisit elektabilitas,” terangnya.
“Jadi pada waktu itu di dalam pikiran saya hanya Mahfud MD yang lolos elektabilitas, lulus intelektualitas, baru elektabilitas,” sambungnya.
Menggambarkan hubungannya dengan Mahfud, Rocky menyebut bahwa mereka bersahabat dalam kebaikan. Sebuah persahabatan yang tumbuh karena satu visi.
“Jadi persahabatan saya dengan Pak Mahfud itu, persahabatan karena kebaikan bersama,” pungkasnya.
Sumber: fajar
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI