MULTAQOMEDIA.COM -Polemik yang terjadi dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menuai sorotan publik usai sang ketua umum, Yahya Cholil Staquf seakan menantang hasil risalah Syuriyah yang memintanya mundur.
Pengamat politik Rocky Gerung melihat kondisi tersebut dalam suasana yang pelik dan sudah menjadi konsekuensi logis bagi ormas Islam terbesar ini.
“Organisasi yang dirancang sebetulnya untuk memelihara ethics value itu tapi kemudian terlihat dalam soal-soal yang politik pragmatis. Kesimpulan dari analisis kita bahwa NU memang akan selalu ada di dalam kondisi prahara,” kata Rocky dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Senin malam, 24 November 2025.
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI