MULT AQOMEDIA.COM - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyuarakan sikap tegas menolak ancaman dan intimidasi terhadap tokoh reformasi Amien Rais. Dalam pernyataan resminya, UMMAT menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang damai dan beradab di Indonesia. Seruan ini disampaikan melalui siaran pers bertajuk "Menolak Ancaman, Menjaga Demokrasi".
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dibungkam oleh ancaman atau rasa takut. Ia menyatakan bahwa setiap warga negara, termasuk Amien Rais, memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik dan pandangan di ruang publik.
"Demokrasi tidak lahir dari ketakutan, tetapi dari keberanian menyampaikan kebenaran," tegas Dr. Erwin, M.Pd., dalam keterangannya.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi terhadap kritik dan pandangan politik dinilai dapat mencederai semangat demokrasi serta kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
Dr. Erwin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung etika dalam berdemokrasi dan mengedepankan dialog yang sehat. Ia menekankan bahwa perbedaan sikap politik seharusnya dijawab dengan argumentasi dan gagasan, bukan dengan ancaman.
"Kami mengajak mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ruang demokrasi yang damai, kritis, dan bermartabat," serunya.
Melalui sikap ini, UMMAT berharap demokrasi Indonesia terus tumbuh dalam suasana yang menghargai kebebasan berpikir, kebebasan berbicara, dan penghormatan terhadap hak asasi setiap warga negara. (")
Terkini
Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:50 WIB
Artikel Terkait
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia
AMI Desak Prabowo Evaluasi dan Reshuffle Kabinet Merah Putih: 90 Persen Menteri Gagal?