Kementerian ESDM telah melakukan uji teknis secara riil pada lokomotif kereta api CC 206 di Yogyakarta untuk memastikan keandalan mekanisnya sebelum dilepas ke pasar. Hasil pengujian menunjukkan indikator performa yang baik, berkisar antara 80 persen hingga 90 persen.
"Karakteristik B50 dinilai memiliki kandungan air yang lebih sedikit dan lebih bersih dibandingkan dengan varian B40," demikian rilis laporan dari Kementerian ESDM.
Hemat Devisa Ratusan Triliun dan Pangkas Emisi Karbon
Dampak ekonomi dari kemandirian energi ini sangat signifikan. Pemberlakuan kebijakan mandatori B50 di semester kedua tahun 2026 diproyeksikan mampu menyelamatkan devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Hal ini berkat pemangkasan volume impor solar fosil secara drastis hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Selain menstabilkan moneter, proyek ramah lingkungan ini diperkirakan menyerap 2,2 juta tenaga kerja di sektor hulu-hilir sawit serta menekan emisi karbon nasional hingga 46,72 juta ton CO2.
Bagi para pengguna kendaraan diesel, Anda tidak perlu cemas soal harga. Berdasarkan skema matang yang dipersiapkan oleh otoritas terkait, harga jual retail Biodiesel B50 ke masyarakat luas diindikasikan tetap ekonomis di kisaran Rp6.800 per liternya.
Artikel Terkait
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Ini Daftar Terbarunya
Mantan Menkeu Peringatkan Prabowo soal Permainan Oligarki di Balik Pelemahan Rupiah
Rupiah Tembus Rp18.000, IHSG Anjlok 30%: Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara di Tengah Krisis Ekonomi