MULTAQOMEDIA.COM - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi permainan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat oleh kelompok oligarki. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi pembicara di acara Majelis Sabtu di Kantor KBPII, Jalan Sambas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Dalam paparannya, Fuad mengaitkan pelemahan Rupiah dengan krisis ekonomi era reformasi. Ia menduga bahwa krisis tersebut dipicu oleh manipulasi kurs Rupiah yang dilakukan oleh oligarki. Kelompok ini, menurut Fuad, masih memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional, termasuk di era pemerintahan Prabowo saat ini.
Fuad menjelaskan bahwa gejolak ekonomi menjelang jatuhnya Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari tekanan lembaga internasional dan kebijakan suku bunga tinggi. Kebijakan tersebut, katanya, melumpuhkan sektor perbankan dan memperburuk kondisi ekonomi.
"Bunganya ditinggikan, bank makin sekarat. Orang sudah nggak bisa bayar. Proyek berhenti, pengangguran jadi," ujar Fuad dalam siaran ulang di YouTube, Minggu, 7 Juni 2026.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp18.000, IHSG Anjlok 30%: Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara di Tengah Krisis Ekonomi
Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah? Ini Penyebab Fundamental yang Terlewatkan
Rupiah Anjlok ke Rp 18.023, BI Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah dan Strategi Intervensi
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS: Penyebab, Dampak, dan Prediksi Pelemahan Selanjutnya