Majalah Air & Space Forces melaporkan, penerbangan itu merupakan bentuk unjuk kekuatan terhadap Venezuela dan kartel narkoba. Disebutkan, misi itu merupakan yang ketiga dilakukan pesawat pengebom AS sejak 15 Oktober.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pekan lalu mengatakan, militernya telah melakukan dua serangan kinetik mematikan di Samudera Pasifik bagian timur, menargetkan kapal-kapal yang diduga melakukan perdagangan narkoba. Serangan sebelumnya menargetkan kapal-kapal di Laut Karibia selatan.
Portal berita AS Axios pekan lalu juga melaporkan, badan intelijen AS CIA memantau pergerakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di tengah optimisme AS bahwa dia akan dilengserkan dari kekuasaan atau mengundurkan diri
Sumber: inews
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025