Kuba Gelar Latihan Perang, Tak Ingin Bernasib Sama Seperti Venezuela
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, secara terbuka mengungkapkan latihan kesiapan militer skala besar negaranya. Langkah ini dinyatakan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi agresi dari Amerika Serikat. Latihan ini juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Havana bertekad untuk tidak mengulangi nasib Venezuela, sekutu utamanya yang mengalami intervensi.
Ancaman AS dan Respons Tegas Kuba
Peringatan datang dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Kuba "siap untuk jatuh" dan mendesak Havana untuk "membuat kesepakatan". Trump mengancam akan memberikan konsekuensi serupa seperti terhadap Venezuela, termasuk memutus aliran minyak dan dana yang vital bagi perekonomian Kuba.
Menanggapi hal ini, Diaz-Canel dengan tegas menyatakan, "Cara terbaik untuk mencegah agresi adalah dengan memaksa imperialisme untuk menghitung harga yang harus dibayar untuk menyerang negara kita." Pernyataan ini disampaikan usai mengawasi langsung latihan militer yang melibatkan unit tank Angkatan Bersenjata Kuba.
Persiapan Menuju "Keadaan Perang"
Dewan Pertahanan Nasional Kuba, yang dipimpin Diaz-Canel, telah mengadakan pertemuan khusus. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan dan kohesi kepemimpinan negara. Dalam pernyataan resmi, dewan tersebut menganalisis dan menyetujui rencana transisi menuju "Keadaan Perang", meski detail lebih lanjut tidak diungkap.
Artikel Terkait
Dampak Perang AS vs Iran: Mengapa Negara Timur Tengah Khawatir dan Risikonya
Donald Trump Ungkap Penyebab Tangan Memar di Davos: Aspirin atau Benturan?
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia 3: Selandia Baru, Swiss, & Kanada Jadi Pilihan Terbaik
Rencana Rahasia Pertahanan Kanada Hadapi Invasi AS: Strategi Gerilya & 400.000 Pasukan Cadangan