Majalah The National Interest menyoroti bahwa pengumuman proyek Luanniao mungkin merupakan bagian dari perang psikologis. Tujuannya adalah membuat pihak Barat, terutama AS, gelisah dan menguras sumber daya mereka untuk ikut dalam perlombaan teknologi yang sangat mahal.
Heinrich Kreft melihat ini sebagai pesan strategis di tengah ketegangan seperti konflik Taiwan. "Ini seperti kiasan, China menanam tanda, meninggalkan jejak," ujarnya. Proyek ini berfungsi sebagai bagian dari "lanskap ancaman" yang lebih luas.
Respons Terhadap Pertahanan Rudal AS dan Kredibilitas Ancaman
Pengamat senjata antariksa, Juliana Sub, memandang Luanniao sebagai respons terhadap rencana pertahanan rudal AS di luar angkasa, seperti proyek "Golden Dome" era Donald Trump. Kunci dari strategi pencegahan ini adalah kredibilitas.
Pertanyaannya, apakah proyek seambisius ini benar-benar bisa diwujudkan? Justru di wilayah abu-abu ketidakpastian inilah Luanniao dianggap paling efektif — sebagai ancaman potensial yang sudah memberikan keuntungan politik bahkan sebelum pembangunannya dimulai.
Kesimpulan: Perlombaan Teknologi yang Tak Terhindarkan
China terus mengembangkan berbagai proyek militer futuristik, termasuk senjata laser di mana mereka disebut-sebut unggul. Proyek kapal induk luar angkasa Luanniao adalah simbol dari ambisi besar China untuk mendominasi tidak hanya di Bumi, tetapi juga di domain antariksa.
Apakah ini akan tetap menjadi konsep atau menjadi kenyataan, satu hal yang pasti: ambisi China untuk menantang supremasi militer Amerika Serikat akan terus dipacu dengan segala cara, mengubah peta kekuatan global di masa depan.
Artikel Terkait
Latihan Militer Kuba: Strategi Cegah Agresi AS & Pelajaran dari Krisis Venezuela
Dampak Perang AS vs Iran: Mengapa Negara Timur Tengah Khawatir dan Risikonya
Donald Trump Ungkap Penyebab Tangan Memar di Davos: Aspirin atau Benturan?
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia 3: Selandia Baru, Swiss, & Kanada Jadi Pilihan Terbaik