Update Perang Iran vs AS-Israel: Konflik Meluas ke Lebanon, IDF Lancarkan Serangan ke Hizbullah
Konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel terus mengalami eskalsasi. Setelah serangan gabungan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026), pertempuran kini meluas ke Lebanon.
Israel Serang Hizbullah di Seluruh Lebanon
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi serangan terhadap pos-pos Hizbullah di seluruh Lebanon pada Senin (2/3/2026). Serangan balasan ini dilancarkan setelah kelompok militan yang didukung Iran itu meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Beirut, khususnya di pinggiran selatan yang menjadi benteng Hizbullah. Serangan ini menandai eskalasi signifikan pertama di front Lebanon sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Pernyataan dan Peringatan Donald Trump
Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer akan berlanjut hingga semua tujuan tercapai. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim 48 pemimpin Iran tewas dalam serangan awal dan mendesak Garda Revolusi Iran untuk menyerah.
"Rezim Iran yang dipersenjatai dengan rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman mengerikan," ujarnya, seperti dikutip Fox News.
Dampak Ekonomi Global: Harga Minyak Melonjak Tajam
Ketegangan di Timur Tengah langsung berdampak pada pasar komoditas dunia. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 13 persen, menyentuh level US$82 per barel—level tertinggi dalam 14 bulan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan