Bukti Kemenangan Iran dalam Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah
Laporan dari media AS, Newsweek, mengindikasikan bahwa Iran saat ini berada di posisi unggul dalam perang melawan Washington dan Israel. Bukti terbaru menunjukkan perkembangan signifikan yang terjadi pada Selasa lalu.
Amerika Serikat tampak kewalahan dan terpaksa memindahkan salah satu sistem pertahanan udara anti-rudal balistik pentingnya, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini menjadi indikator kuat tekanan akibat serangan selama 11 hari terhadap pasukan AS dan sekutunya, meski pejabat AS berusaha meremehkan kekhawatiran terkait persediaan senjata.
Selain THAAD, Pentagon juga menarik rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot dari wilayah lain, termasuk kawasan Indo-Pasifik. Keputusan ini memperkuat analisis tentang tingginya intensitas ancaman.
Konflik ini memanas sejak 28 Februari setelah serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangkaian aksi ofensif, termasuk pembombardiran Tel Aviv dan Yerusalem, serangan ke pangkalan militer AS di negara Arab, penutupan Selat Hormuz, serta serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah.
Meski AS telah melancarkan serangan besar-besaran, serangan balasan Iran memberikan tekanan berat pada persediaan rudal pencegat untuk sistem canggih seperti THAAD dan Patriot. Banyak negara Teluk yang menggunakan sistem pertahanan AS juga ikut merasakan dampak serangan drone dan rudal Iran.
Artikel Terkait
Trump Bingung Akhiri Perang AS-Iran? Utusan Khusus Tak Tahu Akhir Konflik
Putra Menteri Israel Bezalel Smotrich Terluka Parah Diserang Hizbullah: Kronologi & Dampaknya
Iran Klaim Kuasai Akhir Perang, Tanggapi Keras Ancaman Trump Soal Selat Hormuz
Iran Tolak Dialog dengan AS: Analisis Ketegangan, Ancaman Trump, dan Dampak Blokade Selat Hormuz