Spanyol konsisten berada di barisan depan negara Eropa yang mengkritik keras operasi militer Israel. Pemerintah Pedro Sánchez bahkan secara terbuka menyebut tindakan Israel sebagai genosida. Ketegangan memuncak ketika Spanyol, bersama beberapa negara Eropa lainnya, secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina pada tahun 2024. Merespons hal itu, Israel sebelumnya telah menarik duta besarnya dari Madrid.
Latar Belakang: Penolakan Spanyol terhadap Kebijakan AS-Israel
Keputusan menarik duta besar tidak terjadi secara tiba-tiba. Sepekan sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sánchez secara keras mengecam serangan koalisi AS-Israel terhadap Iran, menyatakannya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Lebih jauh, Sánchez menolak memberikan dukungan militer kepada Amerika Serikat, termasuk menolak penggunaan pangkalan militer Spanyol untuk operasi tersebut. Sikap tegas Spanyol ini memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan memutus hubungan perdagangan.
Di antara 27 negara anggota Uni Eropa, Spanyol saat ini menjadi suara paling vokal yang menentang kebijakan AS-Israel terkait konflik di Timur Tengah. Langkah diplomatik ini memperjelas posisi independen Spanyol dalam peta politik global.
Artikel Terkait
Rudal Bawah Laut Iran Hoot 200 Kg: Torpedo Super Cepat yang Bikin Musuh Gemetar
Iran Blokade AS di Selat Hormuz Gagal, Penasihat Militer Khamenei Buka Suara soal Ancaman Perang
Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Meningkat, Iran Perkuat Kesiapan Tempur di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh
Trump Desak Iran Segera Sepakati Program Nuklir demi Perundingan Damai Putaran Kedua