Korban dan Gelombang Serangan
Serangan terdiri dari tujuh gelombang yang diluncurkan dari Sabtu malam hingga Minggu pagi, dengan banyak rudal membawa hulu ledak cluster bomb. Layanan penyelamat Magen David Adom (MDA) melaporkan setidaknya delapan orang terluka.
- Seorang pria 60-an di Bnei Brak mengalami luka sedang akibat bom cluster yang menghantam apartemen.
- Seorang pria 70-an di Ramat Gan cedera ringan.
- Dua wanita (46 dan 18 tahun) terluka ringan di Petah Tikvah.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan balasan baru dari Israel Defense Forces (IDF) yang menargetkan infrastruktur Iran di barat negara tersebut.
Mengenal Rudal Sejjil, "Dancing Missile" Andalan Iran
Seperti dilaporkan Times of India (16/3/2026), rudal Sejjil dijuluki "dancing missile" karena kemampuannya yang lincah dan sulit ditangkis oleh sistem pertahanan udara musuh.
Secara teknis, Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) canggih buatan domestik Iran dengan spesifikasi:
- Bahan bakar padat dua tahap untuk waktu peluncuran lebih cepat dan sulit dideteksi musuh.
- Jangkauan tempuh sekitar 2.000 km, mencakup sebagian besar wilayah Timur Tengah.
- Mampu membawa hulu ledak sekitar 700 kilogram.
- Bersifat mobile dan dapat diluncurkan dari kendaraan bergerak, meningkatkan fleksibilitas dan survivability.
Penggunaan rudal Sejjil dalam Operasi Ya Zahra menandai eskalasi kemampuan dan strategi militer Iran dalam merespons ancaman.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina