Ali Larijani Tewas Dibunuh Israel: Iran Tolak De-eskalasi, Harga Minyak Melonjak 45%

- Rabu, 18 Maret 2026 | 04:25 WIB
Ali Larijani Tewas Dibunuh Israel: Iran Tolak De-eskalasi, Harga Minyak Melonjak 45%

Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas Dibunuh Israel, Pemimpin Tolak De-eskalasi

Teheran mengonfirmasi pada Selasa, 17 Maret 2026, bahwa kepala keamanan Iran, Ali Larijani, dibunuh oleh Israel. Bersamaan dengan itu, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei, menolak segala upaya de-eskalasi untuk meredakan ketegangan.

Larijani merupakan tokoh paling senior yang menjadi sasaran sejak hari pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran dan orang kepercayaan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta putra dan penerusnya, Mojtaba.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang dipimpinnya mengonfirmasi kematiannya. Putra Larijani dan wakilnya, Alireza Bayat, juga dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada Senin malam.

Pemimpin Baru Iran Tegaskan Bukan Waktu untuk Berdamai

Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menolak tawaran de-eskalasi yang disampaikan oleh negara-negara perantara. Dalam pertemuan kebijakan luar negeri pertamanya, Khamenei menyatakan bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk perdamaian hingga Amerika Serikat dan Israel "bertekuk lutut, menerima kekalahan, dan membayar kompensasi".

Dampak Perang: Selat Hormuz Tertutup dan Harga Minyak Melonjak

Konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga minggu ini berdampak besar pada stabilitas regional. Selat Hormuz, titik transit vital untuk seperlima perdagangan minyak global, sebagian besar masih tertutup. Iran mengancam akan menyerang kapal tanker yang terkait dengan AS dan Israel, menyebabkan harga minyak dunia melonjak sekitar 45% sejak perang dimulai pada 28 Februari.


Halaman:

Komentar