Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran baru akan inflasi global dan krisis pangan. Program Pangan Dunia memperingatkan bahwa puluhan juta orang dapat menghadapi kelaparan akut jika perang berlanjut hingga Juni.
Israel Klaim Kemenangan dan Lanjutkan Serangan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan di media sosial, menunjukkan kartu berlubang berisi nama-nama target, mengisyaratkan serangan lebih lanjut. Militer Israel menyatakan mereka menargetkan infrastruktur Iran di Teheran dan situs-situs Hizbullah di Beirut.
Di sisi lain, serangan rudal balasan Iran terus berlanjut, menunjukkan kemampuan ofensif Teheran meski berada di bawah tekanan. Korban jiwa dilaporkan terus berjatuhan di kedua pihak, dengan ratusan tewas di Lebanon dan ribuan di Iran.
Respons Internasional dan Jalan Diplomatik
Uni Eropa, melalui Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas, menyerukan solusi diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz guna mencegah krisis pangan dan energi yang lebih parah. Sementara itu, AS dinilai kesulitan menjelaskan dasar hukum untuk keterlibatannya dalam perang ini.
Situasi ini menandai babak baru yang berbahaya dalam konflik Timur Tengah, dengan potensi eskalasi yang lebih luas dan dampak ekonomi global yang serius.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu