JD Vance Marah ke Netanyahu: Janji Gagal Gulingkan Rezim Iran Picu Ketegangan AS-Israel
MULTAQOMEDIA.COM – Hubungan antara pemerintahan AS dan Israel memanas setelah Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dilaporkan menegur keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon. Sumber konflik utama adalah janji Netanyahu yang dinilai berlebihan dan bohong mengenai kemudahan menggulingkan rezim Iran.
Kekecewaan Vance Atas Janji Netanyahu yang Muluk
Menurut laporan eksklusif media Axios pada Jumat, JD Vance secara khusus menyalahkan Netanyahu mengenai penilaian yang terlalu optimis tentang kemungkinan terjadinya perubahan rezim di Iran. Seorang pejabat AS yang mengetahui percakapan itu menyatakan, "Sebelum perang, Bibi (Netanyahu) benar-benar menganggap hal ini mudah bagi presiden, dan menjanjikan perubahan rezim jauh lebih mungkin terjadi. Wakil Presiden sangat memahami muluk-muluknya pernyataan tersebut."
Operasi Intelijen Israel yang Gagal Total
Laporan The New York Times yang dikutip Channel 12 mengungkap akar masalahnya. Kepala Mossad, David Barnea, sebelumnya telah menyampaikan rencana kepada Netanyahu yang menjanjikan dapat memicu pemberontakan massal dan keruntuhan rezim Iran melalui operasi intelijen. Rencana inilah yang digunakan Netanyahu untuk membujuk mantan Presiden AS Donald Trump terlibat dalam perang.
Namun, janji itu gagal total. Meski serangan AS-Israel berhasil menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatullah Ali Khamenei, tidak ada pemberontakan massal yang terjadi. Masyarakat Iran justru turun ke jalan menunjukkan dukungan kepada pemerintah. Frustrasi atas kegagalan ini membuat Netanyahu, di balik layar, mengeluh bahwa rencana Mossad tidak berhasil dan khawatir Trump bisa menghentikan kampanye kapan saja.
Artikel Terkait
Lebih dari 300 Tentara AS Alami Cedera Otak (TBI) Akibat Serangan Iran: Data & Dampaknya
Mohamad Safa Mundur dari PBB & Peringatkan Ancaman Perang Nuklir 2026: Analisis Lengkap
Mohamad Safa Mundur dari PBB, Ungkap Pembungkaman dan Ancaman Kebebasan Berpendapat
Ketegangan Indonesia-Iran: Dampak Lelang Kapal MT Arman 114 pada Selat Hormuz