Amandemen Ke-25: Seruan Lengserkan Trump Menguat Pasca Ancaman ke Iran

- Selasa, 07 April 2026 | 04:25 WIB
Amandemen Ke-25: Seruan Lengserkan Trump Menguat Pasca Ancaman ke Iran

Amandemen Ke-25 untuk Lengserkan Trump: Seruan Politisi AS Pasca Unggahan Soal Iran

Seruan untuk menerapkan Amandemen Ke-25 Konstitusi Amerika Serikat, yang berpotensi mengakhiri masa jabatan Presiden Donald Trump, semakin menguat dari kalangan politisi dan anggota parlemen. Dorongan ini muncul menyusul unggahan kontroversial Trump di platform Truth Social pada Minggu (5/4/2026) yang penuh dengan ancaman dan kata-kata kasar terkait konflik dengan Iran.

Isi Unggahan Trump yang Picu Kontroversi

Dalam unggahannya, Trump mengancam akan menyerang fasilitas publik Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz. Unggahan itu ditutup dengan frasa "Segala puji bagi Allah", yang merujuk pada Tuhan dalam Islam, menambah dimensi kontroversial dari pernyataannya.

Kutipan lengkap ancaman Trump adalah: Hari Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Bukalah Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah.

Unggahan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan politisi mengenai kesehatan mental dan kapasitas kepemimpinan Trump.

Reaksi dan Seruan Politisi AS

Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat secara terbuka mendesak kabinet Trump untuk mempertimbangkan Amandemen Ke-25. Di media sosial X, ia menyatakan, Jika saya berada di Kabinet Trump, saya akan menghabiskan Paskah dengan menghubungi pengacara konstitusi tentang Amandemen Ke-25. Dia sudah membunuh ribuan orang. Dia akan membunuh ribuan orang lagi.

Politisi lain juga menyuarakan kritik keras. Senator Bernie Sanders menyebut unggahan Trump sebagai ocehan individu yang berbahaya dan tidak stabil secara mental. Dukungan serupa datang dari Senator Chris Van Hollen, Anggota Kongres Yassamin Ansari, dan perwakilan Melanie Stansbury.

Yang mengejutkan, Marjorie Taylor Greene, mantan senator Republik yang dikenal sebagai pendukung setia Trump, juga turut mendesak kabinet untuk mengambil langkah memberlakukan Amandemen Ke-25.


Halaman:

Komentar