Meski mengancam, Trump menyatakan optimisme bahwa gencatan senjata bisa dipertahankan dan berujung pada perundingan damai permanen yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.
Respons Iran dan Isu Nuklir
Di sisi lain, pejabat Iran menilai tidak masuk akal melanjutkan perundingan damai setelah serangan besar Israel ke Lebanon. Ketegangan ini dinilai memperumit jalan menuju perdamaian permanen.
Perbedaan pandangan juga muncul dalam isu program nuklir. Trump mengklaim Iran telah menyetujui penghentian pengayaan uranium. Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tetap berhak melanjutkan program nuklir sesuai kesepakatan yang ada.
Trump menambahkan bahwa tidak akan ada senjata nuklir dalam kesepakatan dan menjamin keamanan serta keterbukaan Selat Hormuz, terlepas dari berbagai pernyataan yang bertentangan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu