Berdasarkan pengalaman itu, Qalibaf menegaskan bahwa kewaspadaan adalah prioritas utama. Ia juga menyampaikan syarat mutlak bagi tercapainya perdamaian permanen di Timur Tengah.
"Jika pihak Amerika Serikat benar-benar siap untuk kesepakatan yang jujur, maka mereka harus mengakui dan memberikan hak-hak penuh kepada bangsa Iran," ujarnya.
Qalibaf memperingatkan bahwa jika perundingan ini hanya dijadikan kedok atau operasi penipuan militer oleh AS, maka Iran siap mengambil langkah sepihak. Pemerintah Teheran bersumpah akan menjamin hak-hak bangsanya secara paksa dengan mengandalkan kemampuan militer sendiri.
Bukti Kesiapan Militer Iran
Sebagai bukti kesiapan, Qalibaf mengutip keberhasilan Iran dalam melancarkan serangan balasan yang mematikan selama agresi terakhir. Gempuran rudal dan drone yang menghancurkan aset musuh disebutkannya sebagai bukti nyata kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk menjaga kepentingan nasional.
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan ini akan dipantau ketat oleh komunitas internasional, menyusul sejarah panjang ketegangan dan ketidakpercayaan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Iran Ancam AS dengan Pusaran Maut di Selat Hormuz: Blokade Trump & Dampak Harga Minyak
Blokade AS ke Pelabuhan Iran 13 April 2026: Dampak & Respons Iran
Negosiasi AS-Iran Gagal, Harga Minyak Melonjak & Iran Ancam Blokade Selat Hormuz
Israel Siap Gempur Iran Lagi: Persiapan Militer Dimulai Usai Negosiasi AS Gagal