Berdasarkan pengalaman itu, Qalibaf menegaskan bahwa kewaspadaan adalah prioritas utama. Ia juga menyampaikan syarat mutlak bagi tercapainya perdamaian permanen di Timur Tengah.
"Jika pihak Amerika Serikat benar-benar siap untuk kesepakatan yang jujur, maka mereka harus mengakui dan memberikan hak-hak penuh kepada bangsa Iran," ujarnya.
Qalibaf memperingatkan bahwa jika perundingan ini hanya dijadikan kedok atau operasi penipuan militer oleh AS, maka Iran siap mengambil langkah sepihak. Pemerintah Teheran bersumpah akan menjamin hak-hak bangsanya secara paksa dengan mengandalkan kemampuan militer sendiri.
Bukti Kesiapan Militer Iran
Sebagai bukti kesiapan, Qalibaf mengutip keberhasilan Iran dalam melancarkan serangan balasan yang mematikan selama agresi terakhir. Gempuran rudal dan drone yang menghancurkan aset musuh disebutkannya sebagai bukti nyata kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk menjaga kepentingan nasional.
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan ini akan dipantau ketat oleh komunitas internasional, menyusul sejarah panjang ketegangan dan ketidakpercayaan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu