Berdasarkan pengalaman itu, Qalibaf menegaskan bahwa kewaspadaan adalah prioritas utama. Ia juga menyampaikan syarat mutlak bagi tercapainya perdamaian permanen di Timur Tengah.
"Jika pihak Amerika Serikat benar-benar siap untuk kesepakatan yang jujur, maka mereka harus mengakui dan memberikan hak-hak penuh kepada bangsa Iran," ujarnya.
Qalibaf memperingatkan bahwa jika perundingan ini hanya dijadikan kedok atau operasi penipuan militer oleh AS, maka Iran siap mengambil langkah sepihak. Pemerintah Teheran bersumpah akan menjamin hak-hak bangsanya secara paksa dengan mengandalkan kemampuan militer sendiri.
Bukti Kesiapan Militer Iran
Sebagai bukti kesiapan, Qalibaf mengutip keberhasilan Iran dalam melancarkan serangan balasan yang mematikan selama agresi terakhir. Gempuran rudal dan drone yang menghancurkan aset musuh disebutkannya sebagai bukti nyata kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk menjaga kepentingan nasional.
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan ini akan dipantau ketat oleh komunitas internasional, menyusul sejarah panjang ketegangan dan ketidakpercayaan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan