"Bagi Turki, ini kesepakatan yang sangat sederhana… Entah mereka membayar kami atau saya akan menutup kedutaan mereka di sini," tegas Kainerugaba.
Rekam Jejak Kontroversial Unggahan Media Sosial
Ini bukan kali pertama Kainerugaba membuat pernyataan menghebohkan. Beberapa hari sebelumnya, ia juga mendapat sorotan global setelah menyatakan kesiapan militernya untuk berperang melawan Iran di pihak Israel.
Sebagai calon presiden dan orang terkuat nomor dua di Uganda, pernyataannya di X berbunyi: "Kami berdiri di pihak Israel." Dalam unggahan lain, ia menggambarkan Uganda sebagai "Daud yang dilupakan" yang siap mengalahkan "raksasa Goliat".
Uganda diketahui memiliki kekuatan militer yang signifikan, dengan 45.000 personel aktif dan sekitar 240 tank serta lebih dari 1.000 kendaraan tempur lapis baja.
Imbauan untuk Warga dan Dampak Hubungan Bilateral
Di tengah ketegangan yang diciptakannya, Kainerugaba juga menyarankan warga Uganda untuk menghindari perjalanan ke Turki demi alasan keamanan. Pernyataan-pernyataan kontroversial ini menimbulkan reaksi tajam di kalangan diplomatik dan masyarakat daring, mengancam stabilitas hubungan bilateral Uganda dengan sejumlah negara.
Artikel Terkait
Perundingan Damai AS-Iran Gagal Total: Isu Nuklir Jadi Penghalang Utama
Klaim AS vs Bantahan Iran Soal Ranjau Selat Hormuz: Analisis Dampak & Fakta Terkini
Pertemuan Bersejarah JD Vance dengan Iran di Islamabad: Kontak Tertinggi AS-Iran Sejak 1979
Iran Siap Perang Panjang 6 Bulan Hadapi AS & Israel: Produksi Rudal & Drone Meningkat