"Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran atas penutupan total selat yang menjadi jalur vital ekspor minyak dunia.
Respons Keras Iran dan Ancaman Tindak Tegas
Iran langsung merespons dengan keras melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk menghadapi setiap tekanan militer dan memberikan peringatan serius.
Iran menegaskan bahwa setiap kapal militer asing yang mendekati wilayah sensitifnya akan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku hingga 22 April 2026. Pihak Iran menyatakan pelanggaran tersebut "akan ditindak tegas," yang semakin memperuncing ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik ini.
Langkah AS ini diprediksi akan berdampak besar pada keamanan maritim, stabilitas regional, dan lalu lintas perdagangan global, khususnya yang terkait dengan energi.
Artikel Terkait
Tragedi Pasar Jilli Nigeria: 200 Warga Sipil Tewas Diduga Kena Serangan Udara Militer
Iran Ancam AS dengan Pusaran Maut di Selat Hormuz: Blokade Trump & Dampak Harga Minyak
Negosiasi AS-Iran Gagal, Harga Minyak Melonjak & Iran Ancam Blokade Selat Hormuz
Israel Siap Gempur Iran Lagi: Persiapan Militer Dimulai Usai Negosiasi AS Gagal