Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel. Padahal, AS dan Iran telah mencapai kesepahaman pada Senin lalu untuk mengakhiri perang di semua lini. Para pejabat Iran menegaskan bahwa Israel harus menghentikan serangan di semua front kawasan, terutama Lebanon, sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman perjanjian damai AS-Iran yang akan ditandatangani pada 19 Juni.
Namun, para pejabat Israel mengindikasikan bahwa operasi militer di Lebanon akan terus berlanjut meskipun ada kesepakatan AS-Iran. Kondisi ini menimbulkan keraguan besar tentang prospek perdamaian di Lebanon.
Sejak 2 Maret, Israel telah melancarkan serangan terhadap Lebanon yang menewaskan lebih dari 3.000 orang dan memaksa 1 juta lainnya mengungsi. Selain serangan udara, Israel juga menggelar operasi darat ke Lebanon Selatan, dengan pasukan Zionis maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Artikel Terkait
Donald Trump Kecam Aksi Militer Israel di Lebanon: Tanpa AS, Tidak Akan Ada Israel
Pemukim Yahudi Coba Bakar Masjid Saat Jamaah di Dalam: Kekerasan Brutal di Tepi Barat Meningkat
Israel Serang Beirut Saat Negosiasi Damai Iran-AS, Trump Kecam Netanyahu
Rincian Kesepakatan Damai AS-Iran Bocor: 14 Poin Penting, Gencatan Senjata hingga Pencairan Aset Rp427 Triliun