Pemukim Yahudi Coba Bakar Masjid Saat Jamaah di Dalam: Kekerasan Brutal di Tepi Barat Meningkat

- Senin, 15 Juni 2026 | 08:25 WIB
Pemukim Yahudi Coba Bakar Masjid Saat Jamaah di Dalam: Kekerasan Brutal di Tepi Barat Meningkat

MULTAQOMEDIA.COM - Pemukim ilegal Yahudi berusaha membakar sebuah masjid di Desa Burqa, Tepi Barat, saat jamaah masih berada di dalam pada Ahad malam. Aksi brutal ini menandai meningkatnya kekerasan pemukim dan pasukan Israel di wilayah Tepi Barat.

Kantor berita WAFA melaporkan bahwa para pemukim pertama kali membakar kendaraan yang diparkir di dekat masjid di kawasan Ramallah, sebelum mengalihkan sasaran ke rumah ibadah tersebut. Kepala dewan desa Burqa menyatakan bahwa para pemukim mendobrak pintu masjid dan membakar pintu masuk sebelum melarikan diri.

Beruntung, jamaah yang berada di dalam gedung berhasil memadamkan api sebelum menyebar lebih luas. Rekaman menunjukkan kerusakan parah pada masjid, namun tidak ada laporan korban luka dalam serangan ini.

Insiden ini terjadi setelah serangan pembakaran terpisah di kota Deir Dibwan. Di sana, pemukim dilaporkan membakar dua kendaraan dan merusak beberapa lainnya. WAFA melaporkan bahwa kendaraan yang terbakar hancur total akibat api.

Koresponden WAFA menambahkan bahwa sekelompok penjajah menyerbu kawasan al-Marah dekat pintu masuk barat kota, membakar dua kendaraan warga, dan menghancurkan dua kendaraan lain yang diparkir di dekat masjid. Para penjajah melarikan diri setelah melakukan serangan, dengan dua kendaraan hangus terbakar dan dua lainnya mengalami kerusakan material parah. Tidak ada korban luka dilaporkan.

Kota Deir Dibwan dan desa-desa sekitarnya terus menjadi sasaran serangan penjajah yang menargetkan warga Palestina dan harta benda mereka, bertepatan dengan serangan berulang pasukan pendudukan Israel.

Pada hari yang sama, pemukim Yahudi juga menimbun lahan pertanian dengan tanah dan batu di Kota Nahhalin, sebelah barat Betlehem. Sumber lokal mengatakan kepada WAFA bahwa sekelompok penjajah, di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, menimbun tanah dan batu di Lembah Al-Jamala. Lahan yang ditargetkan ditanami sekitar 200 pohon zaitun dan berdekatan dengan koloni Beitar Illit.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Lembah Al-Jamala telah lama menjadi sasaran pelanggaran pendudukan Israel melalui pembuangan air limbah, yang merusak ratusan pohon anggur, almond, dan persik. Operasi penimbunan ini bertujuan memperluas pagar koloni Beitar Illit, mengingat lembah tersebut mencakup ratusan dunum dan perambahan terbaru berpotensi menyita hampir 200 dunum.

Nahhalin telah lama menjadi target tindakan pendudukan Israel, termasuk penyitaan tanah, pembatasan perluasan kota, serta pembongkaran rumah dan bangunan pertanian demi perluasan pemukiman kolonial.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk kedua insiden tersebut dalam pernyataan pada Ahad malam, mendesak PBB dan komunitas internasional untuk menerapkan tindakan segera dan konkrit terhadap kekerasan pemukim Israel yang tidak terkendali.

Kritikus menuduh pemerintah Israel dan penegak hukum menutup mata terhadap serangan kekerasan ekstremis pemukim, yang semakin mematikan dalam beberapa tahun terakhir dan terjadi hampir setiap hari. Penangkapan terhadap pemukim jarang terjadi, dan penuntutan bahkan lebih jarang lagi.

Komentar