Universitas Gadjah Mada (UGM) angkat bicara terkait polemik dokumen akademik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Melalui klarifikasi resmi, UGM menegaskan bahwa praktik pencetakan sebagian halaman skripsi di luar kampus merupakan hal yang lumrah dilakukan mahasiswa pada era 1980-an. Kebiasaan ini erat kaitannya dengan keterbatasan teknologi percetakan pada masa itu, di mana proses penyusunan skripsi masih sepenuhnya mengandalkan mesin tik manual.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, dalam sebuah video klarifikasi yang tayang di kanal YouTube UGM pada 22 Agustus 2025. Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons sorotan publik yang kembali tertuju pada keaslian dan kelengkapan berkas skripsi milik Jokowi.
Sigit menjelaskan, pada masa tersebut mahasiswa menyusun draf skripsi dengan mesin tik. Setelah melalui ujian pendadaran dan menyelesaikan tahap revisi, naskah akhir kemudian disiapkan menjadi dokumen resmi melalui proses pencetakan dan penjilidan. Namun, tidak semua tahapan administrasi ini dikerjakan di dalam kampus. Mahasiswa diperbolehkan membawa bagian-bagian tertentu dari skripsi ke jasa percetakan komersial di luar kampus, terutama untuk kebutuhan estetika tampilan dan proses penjilidan yang lebih baik.
"Untuk mempercantik itu biasanya mereka membuat cover tebal, kemudian halaman judul, kemudian halaman pengesahan itu dicetak di percetakan," ungkap Sigit dalam klarifikasinya.
Praktik ini dinilai wajar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses penyelesaian skripsi di tengah keterbatasan teknologi saat itu. Penggunaan jasa percetakan eksternal bertujuan untuk mendapatkan hasil akhir dokumen yang lebih rapi dan profesional, khususnya pada bagian sampul dan halaman-halaman penting lainnya.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
Kronologi Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal: Kirim Foto Makanan dan Duduk di Depan Rumah Febrie Adriansyah
Klarifikasi Booth Newport Soal Challenge Baca Alquran Berhadiah Miras: MC Akui Lalai dan Minta Maaf