Warga Swiss berbondong-bondong meninggalkan keanggotaan gereja. Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh kewajiban membayar pajak gereja yang masih berlaku di sejumlah wilayah negara tersebut.
Pajak gereja diwajibkan bagi warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besaran pajak ini bervariasi tergantung kanton atau provinsi, yakni sekitar 1% hingga 3% dari total pendapatan.
Satu-satunya cara untuk terbebas dari pungutan tersebut adalah dengan keluar dari keanggotaan gereja. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah warga Swiss yang secara resmi meninggalkan gereja.
Mengutip media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, sekitar 39.517 orang juga keluar dari Gereja Protestan.
Artikel Terkait
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit di Hari Ulang Tahun ke-79, Sempat Bahas Skandal Pilot Narkoba dengan Raja Malaysia
Sultan Brunei Copot Gelar Menantu: Kisah Pengiran Raabiatul Adawiyyah yang Coreng Martabat Kerajaan
Parlemen Iran Sahkan RUU Larangan Kapal AS dan Israel Melintasi Selat Hormuz: Langkah Geopolitik yang Mengguncang Kawasan
Tidur Memeluk Labu Musim Dingin: Tren Viral Pengganti AC yang Efektif Mendinginkan Tubuh, tapi Waspadai Risiko Pecah dan Bakteri