Warga Swiss berbondong-bondong meninggalkan keanggotaan gereja. Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh kewajiban membayar pajak gereja yang masih berlaku di sejumlah wilayah negara tersebut.
Pajak gereja diwajibkan bagi warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besaran pajak ini bervariasi tergantung kanton atau provinsi, yakni sekitar 1% hingga 3% dari total pendapatan.
Satu-satunya cara untuk terbebas dari pungutan tersebut adalah dengan keluar dari keanggotaan gereja. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah warga Swiss yang secara resmi meninggalkan gereja.
Mengutip media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, sekitar 39.517 orang juga keluar dari Gereja Protestan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan