Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dinilai masih bertingkah laku layaknya pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini, meskipun telah hampir dua tahun lamanya tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Pandangan ini disampaikan oleh pemerhati masalah sosial dan politik, Adian Radiatus, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Adian, perilaku Jokowi yang terkesan masih memegang kendali terlihat dari pemanfaatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). "Dengan memanfaatkan PSI, Jokowi berperilaku seakan masih menjadi pemimpin di negeri ini," ujarnya. Tindakan ini secara tidak langsung dianggap sebagai sebuah pertunjukan yang menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak berarti di matanya.
"Kesombongan Jokowi yang berbalut kepura-puraan memakai wajah topeng kesederhanaan sebagaimana yang dilakoninya selama ini," tegas Adian. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa orang-orang kepercayaan Jokowi masih menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan Prabowo, termasuk anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden.
Di sisi lain, Adian menyatakan persetujuannya terhadap penataan posisi duduk Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026 lalu. Ia menilai penempatan Gibran yang sejajar dengan barisan para menteri kabinet, dan tidak lagi duduk berdampingan di samping Presiden Prabowo Subianto seperti sidang-sidang sebelumnya, merupakan langkah yang sudah tepat.
Artikel Terkait
Elektabilitas PSI Mandek di 1,9 Persen Meski Jokowi Gencar Blusukan, Survei IPO: Dampaknya Belum Terlihat
Hilangnya Arsip Ijazah Jokowi di KPU: Bonatua Silalahi Geruduk KPU RI dan Siapkan Gugatan Citizen Lawsuit
Kapolri Jangan Diganti Dulu: Analis Ingatkan Prabowo soal Efek Kupu-kupu dan Risiko Politik di Tengah Polemik Hukum
Rocky Gerung: Blusukan Jokowi 102 Persen untuk Gibran, Ini Strategi Amankan Kekuasaan