Elektabilitas PSI Mandek di 1,9 Persen Meski Jokowi Gencar Blusukan, Survei IPO: Dampaknya Belum Terlihat

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Elektabilitas PSI Mandek di 1,9 Persen Meski Jokowi Gencar Blusukan, Survei IPO: Dampaknya Belum Terlihat


MULTAQOMEDIA.COM - Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai masih mandek di angka 1,9 persen meskipun Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), gencar melakukan safari politik ke berbagai daerah. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengungkapkan bahwa elektabilitas PSI cenderung stagnan dalam satu setengah tahun terakhir. Kehadiran Jokowi yang aktif melakukan roadshow ke sejumlah wilayah pun dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat keterpilihan partai berlambang bunga mawar tersebut.

"PSI tidak mengalami perubahan elektabilitas dalam satu setengah tahun terakhir, tetap di angka 1,9 persen meskipun Joko Widodo gencar melakukan roadshow ke berbagai daerah," ujar Dedi pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Menariknya, survei IPO mencatat tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI sudah cukup tinggi. Sebanyak 70,2 persen responden mengaku mengetahui atau pernah melihat logo PSI. Namun, tingginya tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan perolehan suara dalam simulasi pemilihan partai politik untuk DPR RI.

Dedi menambahkan, peluang PSI untuk meningkatkan elektabilitas sebenarnya masih terbuka lebar. Dampak dari aktivitas politik Jokowi kemungkinan besar belum terlihat karena agenda roadshow masih berlangsung saat survei dilakukan.

"Dampaknya mungkin baru akan terlihat setelah roadshow selesai atau dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Jika dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin elektabilitas PSI akan mengalami kenaikan," jelasnya.

Dalam simulasi elektabilitas partai politik versi IPO, Partai Gerindra menempati posisi puncak dengan perolehan 17,5 persen. Disusul PDI Perjuangan dengan 12,8 persen, Partai Golkar 10,4 persen, dan Partai Demokrat 8,1 persen. Selanjutnya, PKB meraih 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen. PSI sendiri berada di bawah partai-partai tersebut dengan torehan 1,9 persen.

Survei IPO ini menggunakan metode multistage random sampling dengan penentuan Primary Sampling Unit (PSU) pada sejumlah kelurahan atau desa, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan RT secara acak menggunakan random kish grid paper. Survei melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini