Arsip Ijazah Jokowi Hilang: Bonatua Silalahi Geruduk KPU RI dan Siapkan Gugatan Citizen Lawsuit
MULT AQOMEDIA.COM - Polemik dokumen persyaratan pencalonan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat ke permukaan. Isu hilangnya arsip ijazah Jokowi di KPU Solo memicu langkah hukum baru dari sejumlah pihak. Peneliti independen Bonatua Silalahi, didampingi tokoh publik Marwan Batubara dan sejumlah purnawirawan TNI, mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta Pusat. Kedatangan mereka bertujuan untuk menindaklanjuti somasi serta memberikan notifikasi batas waktu atas kejelasan arsip dokumen syarat pencalonan Jokowi.
Kronologi Somasi dan Notifikasi ke KPU RI
Langkah audiensi ini diambil setelah Bonatua mengaku telah melayangkan surat somasi sebanyak tiga kali kepada pihak terkait. Somasi tersebut meminta kejelasan mengenai arsip kelengkapan ijazah Jokowi yang digunakan dalam pencalonan Pilkada Solo pada tahun 2005 dan 2010. Arsip tersebut sebelumnya dilaporkan hilang atau tidak ditemukan di kantor KPU Solo.
Meski telah bersurat dan memberikan notifikasi, pertemuan dengan perwakilan KPU RI belum menghasilkan jawaban yang memuaskan. Bonatua menegaskan bahwa hingga kedatangannya ke kantor KPU RI, pihaknya belum memperoleh kejelasan konkret mengenai keberadaan dan status dokumen yang dipersoalkan tersebut.
Ancaman Gugatan Citizen Lawsuit (CLS) ke Pengadilan
Buntut dari belum adanya kejelasan tersebut, Bonatua bersama para purnawirawan TNI menyatakan akan menempuh jalur hukum lebih lanjut. Mereka berencana melayangkan gugatan Citizen Lawsuit (CLS) pada pekan depan. Gugatan ini diajukan sebagai bentuk desakan agar permasalahan arsip negara tidak dibiarkan menggantung tanpa kepastian hukum.
"Kami sudah bersurat dan memberikan notifikasi. Tadi kami datang memastikan, ternyata mereka belum memiliki jawaban. Oleh karena itu, minggu depan kami akan melayangkan gugatan Citizen Lawsuit (CLS)," kata Bonatua dalam tayangan Youtube Sentana TV, dikutip Minggu (9/8/2026).
Artikel Terkait
Elektabilitas PSI Mandek di 1,9 Persen Meski Jokowi Gencar Blusukan, Survei IPO: Dampaknya Belum Terlihat
Kapolri Jangan Diganti Dulu: Analis Ingatkan Prabowo soal Efek Kupu-kupu dan Risiko Politik di Tengah Polemik Hukum
Rocky Gerung: Blusukan Jokowi 102 Persen untuk Gibran, Ini Strategi Amankan Kekuasaan
Jokowi vs Prabowo Makin Renggang? Rocky Gerung: Solo Bangun Pusat Energi Politik Baru