Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mengungkapkan alasan di balik minimnya protes terhadap safari politik mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dibandingkan dengan yang dialami Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Menurut Chusnul, Anies tidak pernah menyatakan akan kembali menjadi warga biasa setelah masa jabatannya berakhir, sehingga safari politiknya tidak memicu reaksi keras dari publik.
Pernyataan ini disampaikan Chusnul sebagai respons terhadap kelompok pendukung Jokowi yang ia sebut sebagai "Termul" atau "Ternak Mulyono". Dalam cuitannya di akun X pribadinya, Chusnul menegaskan bahwa Anies tidak pernah membuat pernyataan seperti "saya akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa" yang justru menjadi pembeda dengan Jokowi.
Chusnul juga menambahkan bahwa jika Anies kembali dengan ambisi menjadi calon presiden, hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan. "Saya ga bela Anies, cuma betulkan cara berpikir termul yang otaknya cuma 1,9%," tandasnya dalam cuitan yang dikutip pada Senin (10/8).
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia