Jika digabungkan, hampir 107.000 orang meninggalkan gereja di Swiss pada 2023. Data dari Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt mencatat tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5%.
Basel-Stadt memiliki mekanisme yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja sehingga mereka tidak lagi dikenakan pajak gereja. Menurut laporan Religion Watch, tingkat warga yang meninggalkan gereja cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pungutan tersebut.
Meski demikian, pajak bukan satu-satunya alasan. Fenomena sekularisasi dan sejumlah skandal di lingkungan gereja juga disebut turut mendorong warga meninggalkan institusi keagamaan.
Data demografis menunjukkan sekitar 34% penduduk Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022. Angka tersebut mengindikasikan bahwa sebagian warga memang semakin menjauh dari agama, sehingga tren keluar dari gereja tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pajak.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan