Jika digabungkan, hampir 107.000 orang meninggalkan gereja di Swiss pada 2023. Data dari Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt mencatat tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5%.
Basel-Stadt memiliki mekanisme yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja sehingga mereka tidak lagi dikenakan pajak gereja. Menurut laporan Religion Watch, tingkat warga yang meninggalkan gereja cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pungutan tersebut.
Meski demikian, pajak bukan satu-satunya alasan. Fenomena sekularisasi dan sejumlah skandal di lingkungan gereja juga disebut turut mendorong warga meninggalkan institusi keagamaan.
Data demografis menunjukkan sekitar 34% penduduk Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022. Angka tersebut mengindikasikan bahwa sebagian warga memang semakin menjauh dari agama, sehingga tren keluar dari gereja tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pajak.
Artikel Terkait
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit di Hari Ulang Tahun ke-79, Sempat Bahas Skandal Pilot Narkoba dengan Raja Malaysia
Sultan Brunei Copot Gelar Menantu: Kisah Pengiran Raabiatul Adawiyyah yang Coreng Martabat Kerajaan
Parlemen Iran Sahkan RUU Larangan Kapal AS dan Israel Melintasi Selat Hormuz: Langkah Geopolitik yang Mengguncang Kawasan
Tidur Memeluk Labu Musim Dingin: Tren Viral Pengganti AC yang Efektif Mendinginkan Tubuh, tapi Waspadai Risiko Pecah dan Bakteri