Mayoritas massa tampak sudah bersiap menghadapi serangan gas air mata. Wajah mereka diolesi odol sebagai pelindung darurat dari perih yang ditimbulkan. Namun, meski sudah berusaha bertahan, kepulan gas membuat banyak orang terpaksa mencari pertolongan.
Di sekitar lokasi, api berkobar dari sejumlah gedung yang dibakar massa. Suasana makin mencekam ketika kobaran api berpadu dengan asap pekat gas air mata yang memenuhi udara di sekitar Mako Brimob Kwitang.
Hingga kini, massa aksi tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Mereka terus bertahan meski tembakan gas air mata dilepaskan berulang kali. Ambulans, relawan medis, hingga ojol masih terus berjuang menyelamatkan para demonstran di tengah situasi yang semakin tidak terkendali
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?