Madong menuturkan belum mengetahui secara persis maksud atau alasan diduga ARH sampai tega melakukan kekerasan tersebut.
Hanya saja ia menganalisa penyebabnya karena perbedaan pemahaman dalam rapat.
"Saya sih tidak tahu persis (Masalahnya) kayaknya tadi dia (ARH) di APBD itu menginginkan Rp 6,1 triliun, terus saya dapat sumber dari media bahwasannya pusat itu akan menganggarkan lebih untuk kota dan kabupaten, makanya saya minta di APBD itu dianggap Rp 7,2 triliun, bahasa saya yang mungkin terkesan tegas itu menurut dia itu malah mungkin tidak senang hati gitu," tuturnya.
Madong menegaskan ketidak tahuan permasalahan juga karena ia mengaku tidak diberikan penjelasan oleh ARH.
Sebab ketika dirinya mengaku bertanya, ARH yang sebelumnya memanggilnya langsung melakukan dugaan kekerasan.
Bahkan hingga kini, Senin (22/9/2025) sekira pukul 23.15 WIB sejak kejadian, Madong mengaku belum ada permintaan maaf dari ARH.
"Akhirnya setelah ditutupnya rapat saya bertanya ada apa-apa, dia malah marah, langsung muter, langsung menoyor saya sampai (peci) ini saya juga jatuh," tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya sudah menerima laporan perkara tersebut.
Selanjutnya pihak kepolisian akan memproses sesuai mekanisme yang berlaku.
"Benar kami telah menerima laporan polisi dengan pelapor atas nama A terkait dugaan tindak pidana penganiayaan ringan, kami akan proses selanjutnya," singkat Braiel, Senin (22/9/2025) malam.
Sementara hingga berita ini ditulis, ARH belum menjawab ketika dikonfirmasi jurnalis Tribun Bekasi terkait peristiwa ini
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Purbaya Klaim Bisa Perkuat Rupiah dalam 2 Malam, Ini Faktanya
Viral WNI Berhijab Jadi Tentara AS: Syifa di National Guard, Risiko Hilang WNI
Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Gunung Bulusaraung
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026