Abdul Muhari menjelaskan, tim SAR menghadapi tantangan besar karena posisi sebagian korban sulit dijangkau. Lokasi reruntuhan yang labil membuat penggunaan alat berat berisiko tinggi.
“Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Sebab, struktur bangunan yang runtuh sangat labil terhadap guncangan. Apabila dipaksakan, dikhawatirkan justru mengancam nyawa,” ucapnya.
Tim masih terus melakukan asesmen ulang, khususnya untuk memastikan kondisi satu korban yang sebelumnya terdeteksi masih hidup. Upaya pencarian dilakukan dengan strategi matang agar keselamatan korban maupun petugas tetap terjaga.
Berdasarkan data sementara yang dimutakhirkan Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, terdapat 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny. Data ini dihimpun dari absensi santri dan laporan kehilangan dari pihak keluarga.
Abdul mengingatkan angka tersebut bisa berubah karena dinamika di lapangan. Beberapa nama yang tercatat mungkin sebenarnya selamat namun belum melaporkan diri
Sumber: inews
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri