Selain korban jiwa, tim SAR gabungan juga menemukan tujuh potongan tubuh manusia di lokasi kejadian. Seluruh potongan tubuh tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk keperluan identifikasi lanjutan.
“Selain korban jiwa, tim SAR gabungan juga menemukan tujuh potongan bagian tubuh manusia yang telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ucapnya.
Operasi pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan alat berat seperti ekskavator dan crane. Menurut Abdul Muhari, fokus utama pencarian kini diarahkan ke sektor A1 dan A2, dua titik utama yang mengalami keruntuhan paling parah.
“Kegiatan fokus pada sektor A1 dan A2 dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, mengingat arah reruntuhan terhubung dengan bangunan lama di sisi sebelahnya,” ujarnya.
Insiden ambruknya musala empat lantai di Ponpes Al Khoziny ini kini tercatat sebagai bencana dengan korban jiwa terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2025. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, dan relawan terus bekerja selama 24 jam penuh.
Petugas juga memperkuat struktur bangunan yang masih berdiri untuk mencegah kemungkinan runtuhan susulan yang dapat membahayakan tim penyelamat di lapangan
Sumber: inews
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka