"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegas dr Tompi.
Ajakan untuk Tingkatkan Standar Diskusi Publik
Di akhir pernyataannya, Dokter Tompi mengajak publik untuk meningkatkan standar diskusi. Ia berharap kritik difokuskan pada gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan pada fisik seseorang.
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.
Show Pandji Pragiwaksono di Netflix
Sebagai informasi, materi yang dikritik Dokter Tompi berasal dari show stand up comedy tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul "Mens Rea" yang kini tayang di Netflix. Dokter Tompi mengaku telah menontonnya dan mengapresiasi materi lainnya.
"BTW saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya," ujar dr Tompi.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI