"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegas dr Tompi.
Ajakan untuk Tingkatkan Standar Diskusi Publik
Di akhir pernyataannya, Dokter Tompi mengajak publik untuk meningkatkan standar diskusi. Ia berharap kritik difokuskan pada gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan pada fisik seseorang.
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.
Show Pandji Pragiwaksono di Netflix
Sebagai informasi, materi yang dikritik Dokter Tompi berasal dari show stand up comedy tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul "Mens Rea" yang kini tayang di Netflix. Dokter Tompi mengaku telah menontonnya dan mengapresiasi materi lainnya.
"BTW saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya," ujar dr Tompi.
Artikel Terkait
TNI-Polri Kuasai Markas KKB di Nabire, Amankan 561 Amunisi dan Uang Rp79,9 Juta
Operation Epic Fury: Analisis Serangan 200 Pesawat & 30 Bom yang Tewaskan Ayatollah Khamenei
Try Sutrisno Meninggal Dunia: Kisah Ajudan Setia Soeharto yang Jadi Wakil Presiden
Proyek Ruang Perjamuan Trump Dilanjutkan: Analisis Kesenjangan Hukum di AS