"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegas dr Tompi.
Ajakan untuk Tingkatkan Standar Diskusi Publik
Di akhir pernyataannya, Dokter Tompi mengajak publik untuk meningkatkan standar diskusi. Ia berharap kritik difokuskan pada gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan pada fisik seseorang.
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.
Show Pandji Pragiwaksono di Netflix
Sebagai informasi, materi yang dikritik Dokter Tompi berasal dari show stand up comedy tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul "Mens Rea" yang kini tayang di Netflix. Dokter Tompi mengaku telah menontonnya dan mengapresiasi materi lainnya.
"BTW saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya," ujar dr Tompi.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka