Alasan GP Ansor Minta Pertimbangan Polisi Soal Ceramah UAS
Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menegaskan bahwa sikap tersebut diambil bukan untuk mengancam, melainkan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan daerah. Kekhawatiran utama mereka adalah:
- Adanya atribut yang mirip bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang beredar di Jepara menjelang acara.
- Potensi acara tersebut ditunggangi atau digunakan untuk konsolidasi oleh elemen eks-HTI.
GP Ansor meminta kepolisian memastikan agar dalam kegiatan tersebut menampilkan simbol negara seperti Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai bentuk komitmen, ribuan anggota Banser juga menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara.
Pembatalan dan Bantahan
Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara. Pihak UAS menyebut pembatalan akibat intimidasi, klaim yang kemudian dibantah oleh pihak GP Ansor Jepara.
Artikel Terkait
Menu MBG Nabire Mewah Saat Gibran Kunjungi: Rendang hingga Viral di Medsos
3 Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, hingga Tol Kena PPN
Vaksin HPV untuk Laki-Laki Dimulai 2026: Sasaran, Manfaat, dan Strategi Cegah Kanker Serviks
Polemik Ijazah Jokowi Menurut Pengacara: Tak Selesai Meski Ditunjukkan ke Publik