Alasan GP Ansor Minta Pertimbangan Polisi Soal Ceramah UAS
Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menegaskan bahwa sikap tersebut diambil bukan untuk mengancam, melainkan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan daerah. Kekhawatiran utama mereka adalah:
- Adanya atribut yang mirip bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang beredar di Jepara menjelang acara.
- Potensi acara tersebut ditunggangi atau digunakan untuk konsolidasi oleh elemen eks-HTI.
GP Ansor meminta kepolisian memastikan agar dalam kegiatan tersebut menampilkan simbol negara seperti Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai bentuk komitmen, ribuan anggota Banser juga menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara.
Pembatalan dan Bantahan
Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara. Pihak UAS menyebut pembatalan akibat intimidasi, klaim yang kemudian dibantah oleh pihak GP Ansor Jepara.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?