Alasan GP Ansor Minta Pertimbangan Polisi Soal Ceramah UAS
Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menegaskan bahwa sikap tersebut diambil bukan untuk mengancam, melainkan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan daerah. Kekhawatiran utama mereka adalah:
- Adanya atribut yang mirip bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang beredar di Jepara menjelang acara.
- Potensi acara tersebut ditunggangi atau digunakan untuk konsolidasi oleh elemen eks-HTI.
GP Ansor meminta kepolisian memastikan agar dalam kegiatan tersebut menampilkan simbol negara seperti Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai bentuk komitmen, ribuan anggota Banser juga menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara.
Pembatalan dan Bantahan
Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara. Pihak UAS menyebut pembatalan akibat intimidasi, klaim yang kemudian dibantah oleh pihak GP Ansor Jepara.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung