Alasan GP Ansor Minta Pertimbangan Polisi Soal Ceramah UAS
Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menegaskan bahwa sikap tersebut diambil bukan untuk mengancam, melainkan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan daerah. Kekhawatiran utama mereka adalah:
- Adanya atribut yang mirip bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang beredar di Jepara menjelang acara.
- Potensi acara tersebut ditunggangi atau digunakan untuk konsolidasi oleh elemen eks-HTI.
GP Ansor meminta kepolisian memastikan agar dalam kegiatan tersebut menampilkan simbol negara seperti Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai bentuk komitmen, ribuan anggota Banser juga menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara.
Pembatalan dan Bantahan
Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara. Pihak UAS menyebut pembatalan akibat intimidasi, klaim yang kemudian dibantah oleh pihak GP Ansor Jepara.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri