Kasus Pengeroyokan Guru di SMK Jambi: Kronologi, Saling Lapor, dan Jalan Buntu Mediasi
Kasus dugaan kekerasan di SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, semakin meruncing. Insiden yang berawal dari video viral pengeroyokan seorang guru kini berubah menjadi aksi saling lapor antara pihak guru dan siswa ke kepolisian.
Mediasi Gagal, Kasus Berlanjut ke Ranah Hukum
Upaya damai yang dilakukan Polres Tanjung Jabung Timur menemui jalan buntu. Kegagalan mediasi ini menyebabkan konflik yang semula terjadi di lingkungan sekolah akhirnya melebar ke ranah hukum formal.
Versi Siswa: Didahului Kekerasan dan Ancaman Senjata Tajam
Muhammad Lutfi Padilah, siswa kelas dua, mengaku sebagai korban kekerasan yang dilakukan oknum guru Bahasa Inggris berinisial AS. Menurut pengakuannya, kejadian bermula saat ia mencoba menenangkan kelas yang gaduh.
Alih-alih diapresiasi, Lutfi mengaku justru ditampar dan dihina mengenai kondisi ekonomi orang tuanya. Ia bahkan mengklaim sempat dikejar oleh guru tersebut yang membawa dua bilah sabit.
Atas dasar itu, keluarga Lutfi telah melaporkan guru AS ke Polsek Berbak. "Kami tidak terima dengan perlakuan tersebut, apalagi sampai ada ancaman senjata tajam," tegas Muhammad Ardi, kakak korban.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri