Versi Guru: Alami Luka Fisik dan Trauma Akibat Dikeroyok
Di sisi lain, Agus Saputra (AS), guru yang terekam video dikeroyok, juga mengambil langkah hukum. Ia telah melaporkan aksi pengeroyokan tersebut ke Polda Jambi.
Pihak keluarga guru menyatakan bahwa Agus mengalami luka fisik serius berdasarkan hasil visum serta trauma psikis yang mendalam. "Hasil visum sudah ada. Adik saya mengalami luka-luka dan sekarang trauma," jelas Nasir, kakak kandung sang guru.
Kebuntuan Mediasi dan Eskalasi Laporan
Polres Tanjab Timur sebelumnya telah berupaya melakukan mediasi di sekolah. Namun, pertemuan itu gagal karena guru yang bersangkutan tidak hadir. Ketidakhadiran ini memicu kebuntuan dan mendorong kedua belah pihak untuk menempuh jalur hukum di tingkat yang berbeda, yaitu Polsek Berbak dan Polda Jambi.
Penyelidikan Polisi Berlangsung
Saat ini, kepolisian tengah mendalami kedua laporan yang masuk. Penyidik berusaha mengungkap kronologi sebenarnya di balik insiden yang mencoreng dunia pendidikan di Jambi ini, guna mencari titik terang dan penyelesaian yang adil.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri