Klarifikasi Soal Kabar Ressa Bekerja Sebagai Sopir
Menanggapi isu yang beredar bahwa Ressa harus bekerja sebagai sopir dengan gaji kecil, Iqbal memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari pola didik keluarga untuk membentuk Ressa menjadi pribadi mandiri dan tangguh.
"Itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," ungkap Iqbal. Ia menambahkan bahwa gaji Rp2,5 juta per bulan di Banyuwangi sudah termasuk besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di daerah tersebut.
Pengacara Bongkar Gaya Hidup Mewah Ressa di Banyuwangi
Iqbal membantah keras tuduhan bahwa Ressa ditelantarkan. Justru, ia membongkar fakta bahwa Ressa selama ini menikmati fasilitas mewah dan menjalani gaya hidup hedon menurut standar Banyuwangi.
"Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi... hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi," kata Iqbal. Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu bukti perhatian Denada adalah pemberian mobil kepada Ressa.
Pernyataan pengacara Denada ini menjadi penjelasan resmi pertama dari pihak keluarga terkait konflik hukum dan isu penelantaran yang sedang menjadi sorotan publik.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri